Diet Plastik Lebih Menyehatkan Daripada Diet Mayo

Promo.

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
image

oleh: Adethia Apriliyani

IG @apriliyaniadethia

 

Program diet akhir-akhir ini banyak digalakkan oleh masyarakat bukan hanya pada wanita namun juga lelaki. Sepertinya hidup sehat baru disadari oleh mereka baru-baru ini. Masyarakat mulai berlomba-lomba untuk banyak makan sayur buah dan mengatur porsi makan. Namun mereka melupakan hal penting yang mendasari itu semua. Apakah itu? Yap diet sampah plastik.

Apa itu diet sampah plastik?

 

Diet sampah plastik merupakan sebuah usaha untuk mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali penggunaan plastik dalam keseharian kita. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai sekitar 26.000 ton per hari. Jika kapal laut memiliki berat 2.000 ton maka jika dikonversikan 26.000 ton setara dengan bobot 13 kapal laut. Sungguh mencengangkan bukan?

Bayangkan jika ini dibiarkan terus-menerus maka tidak dipungkiri jika dikemudian hari Indonesia akan menjadi lautan plastik. Mengerikan bukan?

Plastik yang sulit terurai akan membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Plastik akan terurai kurang lebih selama 200-400 tahun. Proses lamanya terurai inilah yang mengakibatkan kesuburan tanah menjadi berkurang bahkan memunculkan zat kimia berbahaya yang dapat mencemari tanah. Bukan tidak mungkin jika kita selama ini mengkonsumsi sayur dan buah yang berasal dari tanah yang mengandung zat kimia berbahaya dari sampah plastik. Lantas masih mau banyak makan sayur jika diketahui ditanam pada tanah yang berbahaya?

Bukan hanya berakibat kepada tanah dan  juga tetumbuhan namun juga dapat membahayakan ekosistem fauna. Binatang yang paling rentan terkena dampak sampah plastik adalah binatang laut. Mengapa binatang laut? Berdasarkan info dari BBC News menurut ahli ekologi mikroba di Royal Netherlands Institute for Sea Research memaparkan bahwa hal ini terjadi karena sampah plastik yang terbuang atau sengaja dibuang ke laut akan segera ditutupi lapisan tipis mikroba yang biasa disebut sebagai ‘Plastisphere. Lapisan kehidupan berlendir ini mengeluarkan senyawa kimiawi yang bau dan rasanya seperti makanan. Fenomena inilah yang membuat binatang laut secara tidak disengaja memakan sampah plastik yang berserakan di laut.

Baru-baru ini pada akhir November 2018 telah ditemukan bangkai paus sperma yang terdampar di kawasan Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara. Bangkai paus ini menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meneliti lebih lanjut penyebab kematian paus sperma tersebut. Ternyata isi perut paus dipenuhi oleh sampah plastik yang tidak disengaja termakan oleh paus tersebut. Lama kelamaan ini akan menjadi perusak keseimbangan ekosistem laut.

Serupa dengan proses terurai nya sampah plastik di tanah sampah plastik yang berada di laut pun mengalami proses terurai yang sangat lama. Jika sampah plastik tersebut termakan oleh ikan lantas ikannya dikonsumsi oleh kita maka masih ingin membuang sampah plastik di laut?

Mari kita hilangkan kebutuhan akan penggunaan barang-barang yang mengandung plastik dan menggantinya dengan bahan dan barang-barang yang dapat digunakan berkali-kali dan tidak mengandung sampah plastik agar kita menjadi bagian dalam gerakan diet sampah plastik untuk kehidupan yang lebih sehat.

.

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Diskusikan dengan CS kami!

0822-5000-0603